Antara Dokter, Pasien dan Mesin Pencari

BISNIS MELIA SEHAT SEJAHTERA – Sepuluh tahun yang lalu, mungkin baru segelintitr orang yang fasih menggunakan internet. Tapi sekarang, internet telah meluas di mana-mana. Mulai dari pekerja kantoran sampai buruh, dari anak kuliahan sampai anak sekolah dasar, yang muda sampai yang beruban, sedikitnya memiliki email atau akun di jejaring sosial.

Namun, berdasar survei yang dilakukan di Amerika Serikat, ternyata internet paling sering dimanfaatkan untuk mencari tahu sesuatu hal melalui search engine. Situs seperti google, rata-rata dikunjungi sekitar 300 miliar kali setiap harinya. Tak terkecuali di antaranya diakses oleh pasien yang kebingungan ataupun dokter yang mencari petunjuk.

Bagi dokter maupun pasien, google merupakan perangkat yang sangat bermanfaat karena dapat diakses dengan mudah dan cepat, tanpa harus repot mencari referensi di buku texbook. Meski demikian, yang perlu diingat, penelusuran yang dilakukan oleh dokter dan pasien terhadap gejala yang sama, ternyata dapat memberikan hasil yang berbeda. Biasanya, ini terjadi karena perbedaan kata kunci yang digunakan. Kata kunci seperti apa yang sebaiknya digunakan?

Sebuah studi menuturkan bahwa diagnosis yang diperoleh melalui internet cenderung lebih tepat jika terdiri atas kombinasi kata yang unik. Kata-kata ini biasanya terdiri atas tiga sampai lima gejala yang ada.

Keuntungan bagi dokter adalah dapat memasukkan kata kunci yang merupakan istilah kedokteran, sehingga mendapat hasil yang lebih akurat dan ilmiah. Dokter juga dapat menentukan kombinasi kata kunci yang kira-kira sesuai dengan penyakit tertentu.

Yang menjadi kendala dalam pemilihan kata kunci adalah intepretasi gejala yang dirasakan pasien. Misalnya pusing, dapat berarti nyeri kepala atau pusing berputar. Nyeri otot, dapat berarti nyeri pada otot atau pegal-pegal. Rasa meriang, belum tentu mengalami kenaikan suhu tubuh atau demam. Demikian pula jika gejala yang dialami terlalu umum. Tentu akan sulit diketahui diagnosis yang tepat.

Studi menunjukkan penggunaan internet oleh dokter sebagai perangkat dalam mendiagnosis penyakit yang jarang atau sulit: dapat sangat bermanfaat. Selain memasukkan kata kunci yang tepat, dokter juga dapat melakukan interpretasi yang lebih tepat terhadap hasil penelusuran.

Kita tidak dapat meminta Google untuk memilih diagnosis yang paling tepat. Hasil penelusuran hanya memberikan petunjuk mengenai kemungkinan-kemungkinan diagnosis (diagnosis banding). Hasil penelusuran dapat dijadikan panduan dalam menentukan pemeriksaan lebih lanjut yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis.

Namun jika dilakukan oleh seorang pasien yang buta istilah kedokteran, malah bingung atau makin tersesat. Coba saja masukan kata kunci nyeri kepala. Bisa jadi Anda panik karena salah satu kemungkinan diagnosis yang muncul adalah kanker otak atau stroke. Padahal jika diseuaikan dengan gejala lain dan pemeriksaan fisik, Anda hanya mengalami kelelahan pada mata, misalnya.

Antara Dokter, Pasien dan Mesin Pencari

Antara Dokter, Pasien dan Mesin Pencari (ilustrasi)

Lebih dari itu, memasukkan satu kata kunci saja, dapat memberikan hasil yang jauh menyimpang. Nyeri kepala sebagai gejala kanker misalnya. Padahal, kemungkinan terjadinya kanker otak sangat rendah. Namun dengan memasukkan kata kunci nyeri kepala hebat, kanker mungkin keluar sebagai hasil yang dominan dari pencarian.

Di samping itu internet dapat memberi hasil yang sangat bias. Apalagi sekarang banyak bertebaran situs yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sebab, untuk mendapat terapi yang tepat, tentu diperlukan diagnosis yang tepat.

Penggunaan obat tanpa konsultasi dengan dokter profesional lebih sering error ketimbang benar. Mengapa? Anda maupun search engine bukanlah dokter yang terlatih. Bias yang besar dapat mengakibatkan over diagnosis, atau bahkan diagnosis yang salah sehingga dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu sah-sah saja meng “google” gejala yang Anda alami. Namun hanya sebagai gambaran saat Anda berkunjung ke dokter.

Berikut alasan-alasan mengapa diagnosis yang didapat memiliki kemungkinan salah yang cukup besar. Karena, seperti diketahui, ada banyak penyakit yang memiliki gejala yang sama. Belum ada regulasi mengenai situs diagnosis online, sehingga tidak dijamin kebenarannya.

Diagnosis mandiri dapat menimbulkan stres, sehingga gejala makin terasa berat. Sedangkan salah diagnosis dapat merugikan bahkan membahayakan kesehatan. Sebagai contoh dengan kata kunci sakit kepala? Lebih menarik mana akibat kurang tidur atau akibat kanker otak? Pilek berat sampai terkapar di tempat tidur, flu biasa atau flu burung?

Kalau mencari diagnosisnya di internet, kebanyakan orang akan cenderung memilih sakit yang lebih menarik. Kita cenderung lebih percaya bahwa dirinya terserang penyakit berat dibanding yang ringan-ringan. Ini juga berarti bahwa kebanyakan orang tidak percaya diri akan kemampuan tubuhnya dalam melawan penyakit.

Tidak jarang, mereka yang mendapat diagnosis penyakit yang “aneh-aneh” dari internet menjadi paranoid. Kadang hal ini dapat menyebabkan pasien jadi belanja dokter, karena tidak puas dengan diagnosis dokter yang biasa-biasa saja.

Oleh karena itu, daripada salah kaprah, lebih baik serahkan urusan mendiagnosis penyakit pada dokter yang Anda percayai. Boleh saja mencari tahu melalui internet, namun ingat Anda bukan dokter. Mulai interpretasi gejala, pemilihan kata kunci dan interpretasi hasil dapat melenceng jauh dari penyakit yang sebenarnya.

Bagi mereka yang terlalu positif, dapat menganggap enteng penyakit yang sebenarnya berat. Sebaliknya, bagi mereka yang negatif, dapat menganggap penyakit yang ringan tampak seperti penyakit berat.

Sesungguhnya diagnosis suatu penyakit adalah hal yang serius dan menunjukkan tanggung jawab Anda terhadap kesehatan diri sendiri. Dan, penggunaan internet yang tepat, akan mendorong kita untuk lebih menjaga kesehatan. Anda sepakat?
Oleh: Pribakti B
Dokter RSUD Ulin Banjarmasin
Banjarmasin Post

Demikianlah artikel mengenai Antara Dokter, Pasien dan Mesin Pencari, semoga bermanfaat.

data-ad-format="link">


HATI-HATI Propolis dan Melia Biyang Palsu mengintai Kantong dan Nyawa Anda! Jangan Terkecoh harga MURAH, dan belilah HANYA pada Distributor Resmi

Dapatkan produk-produk ASLI dari Melia Sehat Sejahtera (MSS) sekarang juga


BISNIS MELIA SEHAT SEJAHTERA

Peluang bisnis dengan modal sekali seumur hidup, bonus dibayar harian, dan minimal POTENSI penghasilan Rp. 175.000,- per hari per titik usaha. Website ini dilengkapi dengan sistem pendaftaran dan follow up otomatis yang jarang dimiliki oleh pelaku MLM di Indonesia. Jangan tunda waktu Anda, bergabunglah dengan kami SEKARANG JUGA menjadi distributor Melia Sehat Sejahtera (MSS). Baca Keuntungan Menjadi Distributor Melia Sehat Sejahtera (MSS)


Tags: dokter pasien

Share informasi tentang Antara Dokter, Pasien dan Mesin Pencari ini bila bermanfaat.

No related post!

Leave a reply "Antara Dokter, Pasien dan Mesin Pencari"