Kanker Serviks Ancam Perempuan di Indonesia, Inilah 4 Cara Mencegah Kanker Serviks

Sebelumnya jantung pernah menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang lantaran menjadi penyakit mematikan nomor satu yang menyerang semua usia baik bayi sampai orang dewasa. Tapi kini, dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, giliran penyakit kanker serviks yang mengancam nyawa para perempuan di dunia ini, karena menjadi penyakit nomor satu yang membahayakan dan mematikan. Ini dibuktikan dengan data yang diperoleh tiap tahun terdapat 493.242 wanita di seluruh dunia yang terdeteksi terkena kanker serviks dan sebanyak 273.505 wanita meninggal. Tiap hari di seluruh dunia sekitar 700 wanita harus meninggal karena kanker serviks. Sementara, untuk di Indonesia tiap hari sudah ada 40 wanita yang terdiagnosa menderita kanker seviks dan 20 wanita diantaranya meninggal akibat kanker serviks. Bahkan di Tegal sendiri yang notabene bukanlah kota besar, kini sekitar 89 orang perempuan diketahui telah menderita penyakit kanker serviks. Dari 89 orang ini, rata-rata perempuan yang terkena penyakit tersebut terbagi menjadi dua, yakni 51 orang pada usia 45-64 tahun dan 38 orang pada usia produktif 15-44 tahun. Ini permasalahan yang sangat pelik dan butuh penanganan atau pengobatan medis segera agar tidak berakibat fatal di kemudian hari. Pasalnya, sebagian besar perempuan belum mengetahui dan memahami gejala kanker serviks yang menyerangnya. Maka dari itu, perempuan yang ada di Indonesia perlu diberikan sosialisasi terhadap kanker serviks yang telah merenggut nyawa ratusan perempuan sedini mungkin agar bisa lebih waspada dan hati-hati terutama dalam pergaulan bebas.

Cara mencegah kanker serviks

Cara mencegah kanker serviks (Foto: Youtube)

Kanker serviks atau yang biasa dikenal dengan kanker leher rahim itu merupakan kanker yang menyerang organ bagian depan rahim atau peralihan antara rahim dan organ kewanitaan. Pada organ yang dalam istilah medis disebut serviks uterus, sel kanker yang menyerang dan mengganas. Dengan begitu penyebab utama kanker serviks itu karena serangan HPV (Human Papiloma Virus) dan sekitar 99 persen penderita kanker serviks terkena serangan virus tersebut. HPV ini bisa menyerang karena memiliki ukuran yang kecil, dengan diameter 55 cm. Meskipun kecil, HPV ini sangat berbahaya sebab ada yang mampu bertahan walaupun berusaha dilumpuhkan oleh sistem kekebalan tubuh. Virus yang mampu bertahan inilah yang kemudian menetap sehingga menyebabkan terjadinya kanker serviks. Penyakit ini bisa menyerang karena sering “berhubungan”. Di samping itu, timbulnya HPV juga sangat rentan pada wanita yang suka me*ro*kok, berganti-ganti pasangan dan menikah di usia dini.

Pada stadium awal kanker serviks biasanya tidak ada gejala yang jelas, apakah seorang wanita telah terserang kanker ganas dan mematikan tersebut. Namun dalam perkembangannya, tanda-tanda gejala kanker serviks yang mulai dirasakan seperti kesulitan buang air kecil, sering mengalami nyeri di panggul, keputihan bercampur darah, serta terjadi pendarahan di organ kewanitaan. Jika anda seorang wanita mendapati salah satu tanda gejala tersebut, segeralah untuk diperiksakan ke dokter untuk dideteksi lebih lanjut, agar virus yang ada di organ kewanitaan tidak menyebar dan bisa diatasi sedini mungkin. Tapi bila dari awal sudah mengetahui tanda gejala tersebut dan dibiarkan saja hingga mencapai stadium tiga tanpa diperiksakan ke dokter, ini sangat berbahaya karena virus sudah menyebar kemana-mana. Untuk penyembuhan kanker serviks pada stadium berat yakni tiga ataupun empat sebenarnya cukup sulit lantaran sudah akut. Namun dengan teknologi yang canggih, biasanya penderita yang mengalami penyakit ganas ini seringkali berobat ke luar negeri. Pengobatan ke luar negeri pun membutuhkan biaya yang cukup besar. Memang fasilitas dan alat di luar negeri lebih komplit dibandingkan di Indonesia dan biasanya rata-rata penyembuhan di luar negeri mendapatkan hasil yang cukup bagus.

Namun jika perempuan yang tingkat ekonominya biasa saja atau standar dimana menderita kanker serviks stadium tiga atau empat setidaknya melakukan kemoterapi kemoradiasi secara rutin. Karena dengan melakukan kemoterapi ini secara rutin, virus yang menyebar di bagian akan berkurang dan penderita bisa hidup kembali dengan normal. Selain kemoterapi, kanker serviks juga bisa diobati dengan jalan alternatif, salah satunya adalah minum jamu herbal atau suplemen. Sebab, biasanya pengobatan alternatif seperti halnya minum-minuman jamu herbal lebih mujarab karena memiliki khasiat tersendiri dalam meraciknya.

Nah, agar kanker serviks tidak lagi menyerang, setidaknya ada beberapa cara terbaik untuk mencegah penyakit mematikan dan ganas tersebut, diantaranya ialah :

  • Selalu menjaga organ kewanitaan anda agar tampak bersih setelah buang air kecil.
  • Berhubungan dengan satu pasangan yang sah.
  • Aktif dan rutin memeriksakan diri ke dokter untuk berjaga-jaga.
  • Wanita wajib melakukan vaksinasi anti kanker serviks agar virus tidak datang.

 

data-ad-format="link">


HATI-HATI Propolis dan Melia Biyang Palsu mengintai Kantong dan Nyawa Anda! Jangan Terkecoh harga MURAH, dan belilah HANYA pada Distributor Resmi

Dapatkan produk-produk ASLI dari Melia Sehat Sejahtera (MSS) sekarang juga


BISNIS MELIA SEHAT SEJAHTERA

Peluang bisnis dengan modal sekali seumur hidup, bonus dibayar harian, dan minimal POTENSI penghasilan Rp. 175.000,- per hari per titik usaha. Website ini dilengkapi dengan sistem pendaftaran dan follow up otomatis yang jarang dimiliki oleh pelaku MLM di Indonesia. Jangan tunda waktu Anda, bergabunglah dengan kami SEKARANG JUGA menjadi distributor Melia Sehat Sejahtera (MSS). Baca Keuntungan Menjadi Distributor Melia Sehat Sejahtera (MSS)


Tags: mencegah kanker serviks

Share informasi tentang Kanker Serviks Ancam Perempuan di Indonesia, Inilah 4 Cara Mencegah Kanker Serviks ini bila bermanfaat.

Author: 
    No related post!

    Leave a reply "Kanker Serviks Ancam Perempuan di Indonesia, Inilah 4 Cara Mencegah Kanker Serviks"