Kenalilah Kolesterol Pada Tubuh Anda

Kolesterol menjadi hal menakutkan lantaran bisa menghambat aliran darah dan berisiko memicu beragam penyakit, seperti jantung atau stroke. Meskipun begitu terdapat pula kolesterol yang baik. Sering kita mendengar kata orang kalau makan jeroan bisa mengakibatkan kolesterol naik. Memang, pengidap kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia harus melupakan makanan berlemak yang sebelumnya jadi favorit. Misalnya, otak, jeroan, lemak dan sebagainya. Itu bila kita tidak ingin kadar kolesterol dalam darah meningkat lagi.

Kenapa pengidap hiperkolesterolemia tidak boleh menyentuh makanan berlemak? Pasalnya, makanan berlemak ini dicerna di dalam hati dan dikeluarkan kembali ke dalam aliran darah sebagai cadangan kalori dalam bentuk kolesterol, trigliserida, pospolipid, dan asam lemak. Sebetulnya, kolesterol bukannya tak punya manfaat untuk tubuh, tapi kolesterol berfungsi sebagai cadangan kalori. Mereka yang banyak menggunakan kalori, seperti olahragawan, akan menggunakan cadangan kalori dalam darah ini bila cadangan kalori dari otot sudah habis. Tak Cuma itu manfaat kolesterol. Ia juga berfungsi sebagai bahan pembuat aneka hormon yang diperlukan guna menunjang kelangsungan metabolisme tubuh. Antara lain hormon adrenalin serta hormon test**teron dan estrogen. Nah, mengingat aneka fungsinya, manusia tidak mungkin hidup tanpa kolesterol karena bisa mati. Bahkan, begitu pentingnya kolesterol, sehingga tubuh sampai memproduksi kolesterol di dalam hati.

Kolesterol HDL dan LDL

Kolesterol HDL dan LDL (Gambar: Wikimedia)

Cara Kerja Kolesterol

Sepintas, kolesterol memang bukan “musuh”. Hanya saja, masalah bisa muncul jika kadar kolesterol di dalam darah berlebihan. Bukannya bermanfaat, tapi malah jadi racun. Kenapa bisa begitu? Lemak merupakan zat yang tidak larut dalam air. Maka itu, kalau berlebihan, ia disimpan sebagai cadangan energi. Kalau disimpannya di dalam otot, maka akan membuat orang tampak gemuk. Sedangkan kalau disimpan di dalam darah, dia akan menempel di dalam pembuluh darah. Lokasi penyimpanan ini tergantung pada berat jenis kolesterol. Secara umum, dikenal ada LDL (Low Density Lipoprotein) dan HDL (High Density Lipoprotein).

Kolesterol yang menempel pada pembuluh darah ialah LDL. Itulah sebabnya LDL sering disebut kolesterol jahat. LDL menempel di dalam pembuluh darah karena bisa menyusup ke dalam celah sel endotel pelapis permukaan jaringan pembuluh darah. Di sana, LDL mengalami regenerasi dan teroksidasi menjadi sel busa yang merupakan titik awal arteroma (plak dari kolesterol di dalam pembuluh darah). Sel ini akan membengkak, menumpuk, dan akhirnya menyempitkan pembuluh darah. Jika dibiarkan, terjadilah arteroklerosis (penyempitan pembuluh darah). Inilah sumber dari segala penyakit pembuluh darah.

Sebaliknya, HDL disebut kolesterol baik karena bekerjanya justru mengangkut LDL dari pembuluh darah, ditarik lagi ke hati untuk dikeluarkan sebagai empedu. Maka itu, makin tinggi kadar HDL, berarti makin banyak pula kolesterol yang diangkut ke hati. Sebaliknya jika HDL sedikit, berarti transpor balik kolesterol dari pembuluh ke hati berkurang. Jika penyempitan pembuluh darah tadi tidak terbendung, lama-lama terjadi penyumbatan. Risiko yang paling terkenal adalah serangan jantung.

Pembuluh darah di jantung yang sering disebut pembuluh darah koroner itu, jika menyempit akan menyebabkan infark jantung. Ini salah satu penyakit paling menakutkan, karena sering menyebabkan kematian mendadak. Kalau penyempitan itu terjadi pada pembuluh darah ke otak, penderitanya akan mengalami stroke. Sedangkan jika mengenai pembuluh darah ke kaki akan menyebabkan gangren. Itu sebabnya, secara ideal, kadar HDL dan LDL harus tetap seimbang, sehingga proses metabolisme di dalam pembuluh darah berlangsung stabil.

Adapun batas total kadar kolesterol LDL dan HDL dalam darah antara 200-240 miligram (mg) per desiliter (dl). Idealnya, di bawah 200 mg per dl. Di atas 240, merupakan pertanda jelek, karena menunjukkan telah terjadi penyempitan, sehingga disarankan menjalani pengobatan dan mengurangi makanan berkolesterol.

Faktor yang Mempengaruhi Naiknya Kadar Kolesterol

Ada sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi naiknya kadar kolesterol. Antara lain, mero**k, kegemukan, diabetes, darah tinggi, faktor turunan, atau stres. Meski kegemukan bisa mengundang risiko, tapi mereka yang berpostur langsing bukannya terbebas dari kadar kolesterol tinggi. Sangat tergantung pada faktor lainnya. Misalnya, kalau dia pe**kok berat atau sering stres, maka kolesterolnya akan meningkat juga. Me**kok memang tidak terkait langsung dengan kolesterol, namun berkaitan dengan fungsi endotel. Niko**n akan merusak endotel, sehingga LDL makin mudah masuk. Proses serupa terjadi pada penderita tekanan darah tinggi. Tingginya tekanan darah akan merenggangkan sel endotel dan memudahkan LDL masuk untuk membuat arteroma. Efek yang sama juga terjadi jika mengalami stres.

Cara Murah Mencegah Naiknya Kadar Kolesterol

Bolehkan penderita kolesterol mengonsumsi makanan hewani? Boleh-boleh saja, asal pilih yang rendah lemak. Yang terbaik ialah ikan laut. Kenapa ikan laut karena kadar lemaknya lebih rendah dibanding daging. Itu sebabnya masyarakat Eskimo nyaris tidak ada yang berpenyakit jantung, karena makanan sehari-hari mereka kebanyakan ikan laut. Ikan laut juga punya kelebihan lain, yakni mengandung zat omega-3 yang mengandung asam lemak tidak jenuh. Ini bisa menurunkan trigliserida. Kalau trigliserida turun, biasanya HDL naik.

Sayangnya, kaitan antara trigliserida dan HDL sampai sekarang masih kontroversial di antara para ahli. Pada jenis makanan seperti daging, minyak kelapa, atau otak yang terkandung justru asam lemak tak jenuh. Inilah yang menimbulkan tumpukan kolesterol tinggi di dalam darah. Dengan menghindari daging-dagingan dan jeroan, tak Cuma kolsterol yang bisa dibendung, tapi uang belanja juga lebih hemat! Artinya, cara mencegah naiknya kadar kolesterol cukup murah. Bandingkan bila kita membeli obat anti kolesterol yang bisa sangat mahal.

Selain itu dengan olahraga secara teratur juga bisa mengatasi risiko penumpukan kolesterol. Olahraga bisa memperlancar peredaran darah. Dengan demikian, kadar HDL pun akan meningkat dan semakin banyak pula LDL yang bisa terangkut ke hati. Selain berolahraga, mengonsumsi sayur dan buah juga dapat mengurangi penumpukan kolesterol. Kedua kelompok makanan ini mengandung serat. Nah, serat bisa mengikat kolesterol di dalam usus, sehingga tidak sampai diserap. Selain itu, sayuran dan buah juga akan membuat perut terasa kenyang.

data-ad-format="link">

Informasi ini masuk dalam bahasan:

- bisnis meliang beliang - kenapa bdn selalu lms terasa kaku kesemutan dn pusing - legalitas pt melia sehat sejahtera - Apa efek meminum propolis - knp LDL menempel di pembuluh darah - proses jeroan menjadi kolesterol pada tubuh


HATI-HATI Propolis dan Melia Biyang Palsu mengintai Kantong dan Nyawa Anda! Jangan Terkecoh harga MURAH, dan belilah HANYA pada Distributor Resmi

Dapatkan produk-produk ASLI dari Melia Sehat Sejahtera (MSS) sekarang juga


BISNIS MELIA SEHAT SEJAHTERA

Peluang bisnis dengan modal sekali seumur hidup, bonus dibayar harian, dan minimal POTENSI penghasilan Rp. 175.000,- per hari per titik usaha. Website ini dilengkapi dengan sistem pendaftaran dan follow up otomatis yang jarang dimiliki oleh pelaku MLM di Indonesia. Jangan tunda waktu Anda, bergabunglah dengan kami SEKARANG JUGA menjadi distributor Melia Sehat Sejahtera (MSS). Baca Keuntungan Menjadi Distributor Melia Sehat Sejahtera (MSS)


Leave a reply "Kenalilah Kolesterol Pada Tubuh Anda"