8 Fakta Dan Mitos Tentang Vitamin YANG PERLU ANDA KETAHUI - BISNIS MELIA SEHAT SEJAHTERA | Agen Propolis ASLI
5/5 (2)

Mengkonsumsi vitamin yang tidak dibutuhkan tubuh bukan hanya membuang-buang uang, tapi juga bisa membahayakan kesehatan. Berikut ini beberapa fakta dan mitos tentang Vitamin seperti yang dilasir dari Rd.com

Fakta dan Mitos tentang Vitamin YANG PERLU ANDA KETAHUI

Mitos: Siapa saja bisa mendapatkan manfaat dari multivitamin

Pada awal tahun 1900-an, penyakit defisiensi vitamin tidak pernah terdengar sebelumnya: Dewasa ini, sebagian besar makanan kemasan diperkaya dengan vitamin.

Kenyataannya bahwa multivitamin tidak bisa menggantikan vitamin yang kita peroleh dari makanan atau tumbuh-tumbuhan, karena tanaman memiliki ratusan senyawa bermanfaat lainnya yang tidak dimiliki oleh suplemen multivitamin. Hal ini seperti dikatakan oleh Marian Neuhouser, PhD, dari program pencegahan kanker di Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle.

Mitos: Multivitamin dapat menggantikan pola makan yang buruk

Mitos tentang vitamin yang pertama ialah Multivitamin dapat menggantikan pola makan yang buruk. Sebuah temuan dari Women’s Health Initiative, sebuah studi jangka panjang terhadap lebih dari 160.000 wanita paruh baya. Data menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi multivitamin tidak lebih sehat daripada mereka yang tidak mengonsumsinya.

Bahkan wanita yang melakukan diet buruk pun tidak dapat terbantu dengan mengonsumsi multivitamin, seperti yang dikatana oleh Dr. Neuhouser.

Mitos: Vitamin C dapat melawan pilek

Pada tahun 1970-an, peraih hadiah Nobel Linus Pauling mempopulerkan gagasan bahwa vitamin C dapat mencegah masuk angin. Saat ini, toko obat penuh dengan obat-obatan berbahan vitamin C.

Pada tahun 2013, para peneliti menganalisis sebuah studi yang berlangsung selama beberapa dekade dan melibatkan lebih dari 11.000 subyek, dan mendapatkan kesmipulan yang mengecewakan, yaitu Vitamin C tidak dapat menangkal pilek, kecuali pada pelari maraton, pemain ski, dan tentara pada latihan sub-arktik.

Nutrisi dapat membantu seseorang sembuh dari pilek sehari lebih cepat, tetapi mengonsumsi C setelah gejala pilek muncul tidak dapat membantu. Namun, haruskah kita mengonsumsi Vitamin C setiap hari sepanjang tahun agar terhindar dari pilek?

Mitos: Suplemen vitamin dapat mencegah penyakit jantung

Mitos tentang vitamin selanjutnya ialah Suplemen vitamin dapat mencegah penyakit jantung. Para peneliti berharap vitamin yang tergolong dalam antioksidan seperti Vitamin C, E, dan beta-karoten dapat mencegah penyakit jantung dengan mengurangi penumpukan plak yang menyumbat arteri. Begitu juga dengan Vitamin B, karena folat, Vitamin B6, dan B12 membantu memecah asam amino homocysteine, karena level tinggi homocysteine telah dikaitkan dengan penyakit jantung.

Sayangnya, tidak satu pun dari harapan tersebut berhasil. Analisis tujuh uji vitamin E menyimpulkan bahwa suplemen tersebut tidak mengurangi risiko stroke atau kematian akibat penyakit jantung. Studi ini juga meneliti delapan studi mengenai beta-karoten dan menentukan bahwa, alih-alih mencegah penyakit jantung, suplemen tersebut justru menghasilkan sedikit peningkatan risiko kematian. Begitu juga dengan vitamin lainnya.

American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan yang bervariasi seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, daripada mengonsumsi suplemen Vitamin.

Mitos: Mengonsumsi vitamin dapat mencegah kanker

Mitos tentang Vitamin

Para peneliti mengetahui bahwa molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas dapat merusak DNA sel sehingga meningkatkan risiko kanker. Mereka juga mengetahui bahwa antioksidan dapat menstabilkan radikal bebas. Jadi mengapa kita tidak mengonsumsi antioksidan tambahan untuk melindungi diri dari kanker?

Karena penelitian sejauh ini menunjukkan tidak ada manfaat dari vitamin tersebut. Sejumlah penelitian telah mencoba dan gagal menemukan manfaatnya, seperti yang secara acak menugaskan 5.442 wanita untuk menggunakan plasebo atau kombinasi vitamin B. Selama lebih dari tujuh tahun, hasilnya semua wanita mengalami tingkat kanker dan kematian akibat kanker yang serupa.

Mitos: Tidak ada salahnya mengonsumsi Vitamin

Pemikiran lama berpendapat, jika vitamin tidak dapat membantu, tapi mungkin juga tidak mempunyai efek samping yang membahayakan

Namun serangkaian penelitian skala besar telah mengubah pemikiran tersebut, menurut Demetrius Albanes, MD, seorang ahli epidemiologi gizi di National Cancer Institute.

Pergeseran dimulai dengan studi besar pil beta-karoten. Itu dimaksudkan untuk menguji apakah antioksidan dapat mencegah kanker paru-paru, tetapi para peneliti bukannya mendeteksi peningkatan yang mengejutkan dalam kanker paru-paru dan kematian di antara pero**kok laki-laki yang mengonsumsi suplemen.

Kemudian sebuah studi 10 tahun dari 2017 yang mengamati lebih dari 77.000 orang dewasa di atas 50 tahun menemukan bahwa suplemen vitamin B6 dan B12 meningkatkan risiko kanker paru-paru untuk pria (walaupun tidak untuk wanita). Studi lain telah menimbulkan kekhawatiran bahwa mengonsumsi asam folat dosis tinggi dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

Intinya: Vitamin aman jika kita mendapatkannya dari makanan, tetapi dalam bentuk suplemen, mereka dapat bertindak lebih seperti obat, dengan potensi efek yang tak terduga dan terkadang berbahaya. kata Albens.

Baca juga: Bahaya Vitamin Jika Dikonsumsi Berlebihan.

Fakta: Suplemen vitamin D bisa membantu

Meskipun banyak penelitian negatif tentang suplemen, namun yang satu ini sepertinya lebih baik. Vitamin D tampaknya melindungi dari daftar penyakit yang panjang:

Pria dengan kadar vitamin D yang cukup memiliki setengah risiko tekena serangan jantung dibandingkan pria yang kekurangan vitamin D. Dan mendapatkan cukup vitamin D tampaknya menurunkan risiko terkena kanker.

Vitamin D adalah vitamin yang bisa diperoleh dari sinar matahari: Vitamin D akan terbentuk ketika sinar matahari mengenai kulit kita. Namun dengan adanya tabir surya dan kebiasaan workaholic, kebanyakan orang tidak mendapatkan Vitamin D yang cukup. Untuk mengatasinya, NIH merekomendasikan pada kebanyakan orang dewasa ntuk mengonsumsi 600 IU vitamin D setiap hari, atau 800 IU bagi mereka yang berusia di atas 70 tahun.

Baca juga: Cara ampuh mengatasi kulit terbakar matahari.

Fakta: Wanita yang berencana memiliki momongan harus mengonsumsi vitamin

Ada satu kelompok yang mungkin harus terus mengonsumsi multivitamin, yaitu calon ibu. Seorang wanita yang mengonsumsi vitamin B dalam jumlah yang cukup, jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki bayi dengan cacat lahir yang mempengaruhi sumsum tulang belakang. Karena sumsum tulang belakang mulai berkembang sangat dini, sebelum seorang wanita mengetahui bahwa dirinya hamil . Maka jalan teraman baginya ialah mengonsumsi 400 mikrogram asam folat (bentuk folat sintetis) setiap hari ketika ia menginginkan kehamilan.

HATI-HATI Propolis dan Melia Biyang Palsu mengintai Kantong dan Nyawa Anda! Jangan Terkecoh harga MURAH, dan belilah HANYA pada Distributor Resmi

Dapatkan produk-produk ASLI dari Melia Sehat Sejahtera (MSS) sekarang juga

*