Salah Kaprah, Oversleeping Saat Weekend
Oversleeping saat weekend (Ilustrasi/pixabay)
Oversleeping saat weekend
Oversleeping saat weekend (Ilustrasi/pixabay)

Weekend menjadi salah satu pilihan bagi pelajar maupun pekerja untuk mengistirahatkan tubuhnya setelah 6 hari bekerja memeras otak. Namun, ada satu tradisi yang salah kaprah, yaitu memaksimalkan waktu tidur ketika weekend tiba. Kenapa salah kaprah? Karena berdasarkan penelitian secara ilmiah yang dilakukan di berbagai negara, kebiasaan tersebut dinilai buruk dan dapat mengakibatkan pengaruh buruk bagi tubuh. Apa saja pengaruh buruk tersebut dan bagaimana menanggulanginya? Check it out!

  1. Lonjakan berat badan
Oversleeping menyebabkan lonjakan berat badan
Oversleeping menyebabkan lonjakan berat badan

Berdasarkan penelitian selama 6 tahun yang dilakukan di Queebec membuktikan bahwa waktu tidur ternyata berpengaruh cukup besar terhadap lonjakan berat badan seseorang. Orang yang waktu tidurnya relatif kurang atau berlebih cenderung mengalami lonjakan berat badan dari pada orang normal yang waktu tidurnya 7-8 jam sehari.

Orang yang waktu tidurnya antara 9-10 jam sehari lebih berisiko 25% mengalami lonjakan berat badan sekitar 5 kg. Penelitian ini juga menunjukkan meskipun orang tersebut sudah berusaha menyeimbangkan pola tidurnya dengan olahraga rutin maupun asupan makanan atau pola makan yang teratur, akan tetap berisiko lebih tinggi terhadap pertambahan berat badan seseorang.

  1. Tidur siang berlebihan dapat mengakibatkan sakit kepala

Tidur siang memang merupakan jamu ampuh yang dapat membuat seseorang mereset kesegaran otak sehingga produktivitas cenderung meningkat. Namun, tidur siang di atas waktu normal justru dapat menimbulkan sakit kepala bagi pelakunya. Hal ini bukan sekedar isu belaka, namun memang banyak orang yang telah membuktikannya sendiri. Terlalu banyak tidur siang mengakibatkan badan lelah, capek, kurang semangat, lesu, bahkan pusing atau sakit kepala yang berkelanjutan. Sehingga, bukannya produktivitas meningkat yang didapat tapi penyakit yang justru hinggap. Karena itu, sebaiknya cukupkan tidur siang antara 20 menit sampai 1 jam saja. Inipun didasarkan pada aktivitas masing-masing orang.

Pelajar yang notabene memiliki banyak tugas dan kegiatan lainnya disarankan paling tidak tidur siang selama 30 menit. Sedangkan, karyawan kantoran yang waktu kerjanya tidak memungkinkan untuk tidur siang, disarankan untuk istirahat setidaknya 10 menit tanpa gangguan, atau bisa menyalakan musik klasik untuk mempercepat kondisi otak mencapai zona bawah sadar.

  1. Tidur lebih dari waktu normal berisiko sakit punggung

Tidur dengan waktu cukup memang dapat menghilangkan rasa penat dan capek namun lebih dari itu waspadalah terjangkit sakit punggung. Tidur dianggap sebagai obat mujarab saat banyak pekerjaan yang menumpuk dan menunggu untuk diselesaikan sehingga membutuhkan peningkatan produktivitas. Dan hal tersebut memang benar adanya, namun dengan kadar waktu tidur yang sesuai dengan aktivitas di luar yang dikerjakan masing-masing orang.

Di luar itu, tidur dengan waktu yang terlalu lama—menurut beberapa penelitian—dapat mengakibatkan nyeri punggung setelah bangun tidur. Begitu pula dengan kebiasaan berbaring atau tengkurap saat melakukan aktivitas tertentu misal membaca, mengerjakan pekerjaan dengan laptop, dan sebagainya.

  1. Tidur terlalu lama mengakibatkan daya pikir otak rendah sehingga rentan pikun

Pernahkah anda lupa meletakkan suatu barang padahal baru saja dilakukan? Atau mencari sesuatu padahal sedang dalam genggaman sendiri? Mungkinkah anda sering mengalaminya? Kalau begitu mungkin saja ini penyebabnya..

Terlalu lama tidur. Salah satu cara memelihara otak ialah dengan berpikir, namun saat tidur otak akan berhenti dari kegiatan ini dan fokus pada metabolisme tubuh. Oleh sebab itu, tidur sebenarnya diperlukan untuk memperlancar sistem metabolisme disamping untuk kebutuhan tubuh lainnya, tapi terlalu banyak tidur menyebabkan otak berhenti melakukan aktivitas wajibnya yaitu berpikir sehingga secara berkelanjutan, seseorang akan menjadi mudah pikun.

Faktanya tidur diatas 8 atau 9 jam membuat kerja otak menjadi lambat. Karena itu, jika anda tidak ingin pikun di usia muda, mulai sekarang jauhilah kebiasaan tidur terlalu lama meski dalam weekend sekalipun. Justru gunakan weekend untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat yang tidak bisa dilakukan pada hari-hari normal.

  1. Tidur berlebihan juga sarat depresi atau stress

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa 15% penderita depresi atau stress positif tidur terlalu lama. Sebuah penelitian pada tahun 2014 juga menyebutkan bahwa seseorang yang tidur 7-9 jam semalam berisiko 27% mengalami depresi dini, tidur 9 jam lebih berisiko lagi yaitu 49%. Oleh karena itu, pemulihan depresi paling mudah dan cepat untuk dilakukan ialah membenahi waktu tidur si pasien. Akan lebih baik jika si pasien direkomendasikan untuk membuat to-do-list-nya sendiri, atau jika memang tidak punya banyak pekerjaan atau aktivitas, bisa mulai memperbanyak membaca informasi yang bermanfaat, bisa dari koran, majalan maupun sumber online semacam portal berita, blog maupun website.

  1. Jika tidak ingin berisiko terkena serangan jantung mendadak, jangan tidur terlalu lama

Jantung merupakan organ vital yang sangat berisiko terkena banyak penyakit. Salah satu yang paling ditakuti setiap orang ialah serangan jantung. Bagaimana tidak, seseorang yang notabene masih sehat pagi harinya, kemudian ternyata malam hari tiba-tiba meninggal karena serangan jantung. Salah satu upaya yang dapat anda lakukan untuk menghindari penyakit mematikan yang satu ini ialah dengan menghindari kebiasaan tidur terlalu lama (oversleep habit).

Penelitian yang dilakukan oleh American College of Cardiology pada tahun 2012 menunjukkan dari 3000 orang yang diikutsertakan dalam penelitian tersebut, hasilnya ternyata orang yang memiliki kebiasaan tidur lebih dari 8 jam berisiko terkena serangan jantung dua kali lipat dari orang yang memiliki kebiasaan tidur kurang dari atau sama dengan 8 jam per-hari.

Sebuah penelitian lainnya di Amerika juga mendapatkan hasil yang hampir sama, yaitu perempuan yang memiliki kebiasaan waktu tidur sekitar 11 jam setiap malamnya berisiko 38% terkena serangan jantung lebih tinggi dari pada perempuan yang waktu tidurnya normal.

  1. Bangun di malam hari ternyata bisa menghindari mati mendadak

Bangun di malam hari meski hanya sebentar ternyata berguna untuk mensuplai oksigen ke jantung sehingga dapat menghindari mati mendadak karena serangan jantung. Waktu yang dianjurkan untuk melakukannya antara jam dua pagi sampai subuh hari.

  1. Meregangkan badan 10-15 menit setelah bangun tidur untuk mengembalikan fungsi otak

Ternyata, otak perlu waktu sampai 15 menit untuk kembali pada keadaan normalnya setelah bangun tidur. Oleh karena itu, lakukan peregangan dan latihan sebentar (10-15 menit ) untuk mengembalikan daya pikirnya. Selain itu, melakukan peregangan juga dapat mengurangi nyeri punggung setelah bangun tidur (hal ini karena tidur terlalu lama).

  1. Waktu tidur yang kurang maupun berlebihan rentan jantung koroner dan stroke

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh European Heart Journal 2011, orang yang waktu tidurnya kurang, dalam jangka waktu 7 sampai 25 tahun, 48% berisiko terkena penyakit jantung koroner dan 15% berisiko terkena stroke. Sedangkan yang waktu tidurnya lebih panjang (>8 jam sehari) juga berisiko terkena penyakit jantung koroner yaitu 38% dan stroke sekitar 65%.

  1. Begadang dari jam 21.00-02.00 mengakibatkan kulit keriput

Hal ini disebabkan karena kulit sudah memulai regenerasinya pada malam hari, yaitu antara pukul 21.00-02.00. Oleh karena itu, pastikan pada rentang waktu itu anda sudah siap meregenerasi kulit anda dengan tidur dalam kondisi cukup gelap. Rentang waktu tersebut ialah rentang waktu yang diwajibkan untuk tidur. Aktivitas yang dianjurkan ialah setelah rentang waktu tersebut, bisa jam 02.30 atau 03.00. Karena saat itu otak berada pada kondisi terbaiknya untuk menerima informasi dari sumber apapun baik membaca maupun mendengar.

Setelah mengetahui sederetan gangguan akibat kebiasaan tidur terlalu lama, saatnya anda merubah kebiasaan buruk tersebut. Meski anda dalam masa weekend sekalipun. Saat weekend, sebaiknya lakukan olahraga juga sebab tubuh perlu diremajakan dengan aktivitas badan, bukan hanya pikiran. Bahkan, dianjurkan pula untuk mengisi weekend dengan sebelumnya membuat list kegiatan yang akan merefresh otak.

HATI-HATI Propolis dan Melia Biyang Palsu mengintai Kantong dan Nyawa Anda! Jangan Terkecoh harga MURAH, dan belilah HANYA pada Distributor Resmi

Dapatkan produk-produk ASLI dari Melia Sehat Sejahtera (MSS) sekarang juga

GRATIS ONGKIR HARI INI SAJA

Leave a Reply

Close Menu