
Gula darah tinggi atau hiperglikemia terjadi ketika kadar glukosa dalam darah berada di atas rentang yang dianjurkan. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Pada orang dengan diabetes, kadar gula darah yang terus tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, termasuk gangguan pada pembuluh darah, jantung, ginjal, mata, dan saraf. Karena itu, pengelolaan gula darah perlu dilakukan melalui pola makan, aktivitas fisik, pemantauan gula darah, dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pentingnya mengontrol gula darah
Menjaga gula darah pada level normal membantu penderita diabetes terhindar dari komplikasi serius dari penyakit ini. Gula darah tinggi dapat menyebabkan berbagai efek buruk, yang bisa menyerang tiba-tiba, seperti penumpukan asam dalam aliran darah, atau terjadi secara bertahap seiring waktu.
Seiring waktu, gula darah yang berada pada tingkat yang tidak sehat dapat merusak pembuluh darah kecil dan besar di berbagai organ dan sistem, yang menyebabkan konsekuensi serius, seperti:
- Gangguan penglihatan dan kebutaan
- Borok pada kaki, infeksi, dan amputasi
- Gagal ginjal dan dialisis
- Serangan jantung dan stroke
- Penyakit pembuluh darah perifer, suatu kondisi di mana aliran darah ke anggota tubuh berkurang
- Kerusakan pada sistem saraf, menyebabkan rasa sakit dan kelemahan
Bagi banyak orang dewasa dengan diabetes yang tidak sedang hamil, target gula darah yang umum digunakan adalah sekitar 80–130 mg/dL sebelum makan dan kurang dari 180 mg/dL sekitar 1–2 jam setelah mulai makan. Namun, target setiap orang dapat berbeda tergantung usia, kondisi kesehatan, obat yang digunakan, dan risiko gula darah terlalu rendah. Karena itu, target pribadi sebaiknya ditentukan bersama tenaga kesehatan.
Gejala Diabetes
Gejala diabetes dapat berbeda pada setiap orang. Sebagian orang bahkan tidak merasakan gejala yang jelas, terutama pada diabetes tipe 2 yang berkembang perlahan.
Gejala yang umum antara lain:
- sering buang air kecil;
- lebih sering merasa haus;
- mudah lapar;
- cepat lelah;
- penglihatan menjadi kabur;
- berat badan turun tanpa sebab yang jelas;
- luka lebih lama sembuh;
- infeksi yang sering berulang.
Pada diabetes tipe 1, gejala dapat muncul lebih cepat. Dalam kondisi tertentu, kadar gula darah yang sangat tinggi juga dapat memicu ketoasidosis diabetik, yang merupakan keadaan darurat medis.
Diagnosis diabetes tidak dapat ditentukan hanya dari gejala. Pemeriksaan gula darah oleh tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi seseorang.
Cara menurunkan gula darah secara alami
Berikut ini cara menurunkan gula darah secara alami yang mudah untuk dilakukan:
Lakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur
Aktivitas fisik dapat membantu tubuh menggunakan glukosa dengan lebih efektif, meningkatkan sensitivitas insulin, membantu mengontrol berat badan, serta mendukung kesehatan jantung.
Bentuk aktivitas yang dapat dipilih antara lain jalan cepat, bersepeda, berenang, latihan kekuatan, atau aktivitas lain yang sesuai dengan kemampuan tubuh.
Bagi orang dengan diabetes, peningkatan aktivitas fisik sebaiknya dilakukan secara bertahap. Jika Anda menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu, aktivitas fisik dapat menyebabkan gula darah turun terlalu rendah. Karena itu, Anda mungkin perlu memeriksa gula darah sebelum, selama, atau setelah berolahraga sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Jika baru akan memulai program olahraga, memiliki komplikasi diabetes, atau sering mengalami gula darah terlalu rendah, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Pilih Buah Utuh dan Perhatikan Porsinya
Buah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi orang dengan diabetes. Namun, karena buah mengandung karbohidrat alami, jumlah dan porsinya tetap perlu diperhatikan.
Lebih baik memilih buah utuh dibandingkan jus buah. Buah utuh mengandung serat dan biasanya dicerna lebih lambat, sedangkan jus buah dapat membuat gula darah naik lebih cepat karena seratnya lebih sedikit dan lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah besar.
Pilihan buah dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Yang terpenting adalah memperhatikan porsi, total karbohidrat dalam satu kali makan, serta respons gula darah tubuh terhadap makanan tersebut.
Jika Anda menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu, konsultasikan pola makan dengan dokter atau ahli gizi agar jumlah karbohidrat sesuai dengan kebutuhan dan pengobatan Anda.
Perbanyak Sayuran Non-Tepung
Sayuran non-tepung dapat menjadi bagian penting dari pola makan untuk membantu mengontrol gula darah karena umumnya rendah karbohidrat dan kaya serat.
Contohnya antara lain bayam, kangkung, brokoli, kembang kol, mentimun, tomat, terong, jamur, dan berbagai sayuran hijau lainnya.
Sayuran dapat dikonsumsi mentah maupun dimasak. Pilih cara pengolahan seperti direbus, dikukus, ditumis dengan sedikit minyak, atau dipanggang. Hindari terlalu banyak menambahkan gula, saus manis, atau bahan lain yang dapat meningkatkan jumlah karbohidrat dalam makanan.
Selain jenis sayuran, tetap perhatikan komposisi makanan secara keseluruhan. Mengombinasikan sayuran dengan sumber protein dan porsi karbohidrat yang sesuai dapat membantu membuat pola makan lebih seimbang.
Utamakan Air Putih dan Minuman Tanpa Gula
Memilih minuman tanpa tambahan gula dapat membantu mengurangi asupan gula dan kalori harian. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Jika kurang menyukai rasa air putih, Anda dapat menambahkan irisan lemon, mentimun, atau daun mint untuk memberi rasa tanpa harus menambahkan gula.
Hindari terlalu sering mengonsumsi minuman manis seperti soda, teh manis, minuman kemasan, dan jus dengan tambahan gula karena dapat meningkatkan asupan karbohidrat dengan cepat.
Perlu diingat, infused water bukan obat untuk menurunkan gula darah. Manfaat utamanya adalah membantu Anda tetap terhidrasi sekaligus menjadi alternatif dari minuman tinggi gula.
Bagaimana dengan Suplemen dan Produk Herbal?
Sebagian orang menggunakan suplemen atau produk herbal sebagai pendamping pola hidup sehat. Namun, produk tersebut tidak sebaiknya digunakan sebagai pengganti pola makan yang terkontrol, aktivitas fisik, pemantauan gula darah, maupun obat diabetes yang diresepkan tenaga kesehatan.
Jika Anda ingin menggunakan produk seperti Melia Propolis atau Melia Biyang, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker, terutama jika sedang menggunakan obat penurun gula darah. Hal ini penting karena beberapa suplemen dapat berinteraksi dengan obat atau memengaruhi kadar gula darah.
Untuk mengelola gula darah, fokus utama tetap pada pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, pemantauan gula darah sesuai kebutuhan, serta pengobatan yang direkomendasikan tenaga kesehatan.
Untuk pembahasan yang lebih khusus mengenai propolis dalam konteks diabetes, termasuk cara kerja, penggunaan, dan bukti yang dibahas di Meliaindo.com, baca artikel Melia Propolis untuk Diabetes.
Penutup
Mengelola gula darah tidak bergantung pada satu makanan, minuman, atau suplemen tertentu. Pendekatan yang lebih penting adalah menjaga pola makan seimbang, memilih sumber karbohidrat dengan bijak, aktif bergerak, mempertahankan berat badan yang sehat, serta memantau gula darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Jika kadar gula darah sering berada di atas target, muncul gejala diabetes, atau Anda sudah menggunakan obat penurun gula darah, jangan menghentikan atau mengubah pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang tepat perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.
Gratis Ongkir Berakhir Dalam
Pesan Melia Propolis atau Melia Biyang sekarang dan klaim promo gratis ongkir sebelum waktunya habis.
Hati-Hati Produk Palsu Mengintai Kantong dan Kesehatan Anda!
Jangan terkecoh harga murah. Pastikan Anda membeli Melia Propolis dan Melia Biyang asli hanya dari distributor atau agen Propolis Melia resmi.
Dapatkan produk asli dari Melia Sehat Sejahtera atau MSS sekarang juga melalui Meliaindo.com.

